PENGARUH METODE LATIHAN DAN KOORDINASI TERHADAP POWER TUNGKAI ATLET BOLAVOLI

  • Anung Ismoko STKIP PGRI Pacitan
  • Danang Endarto Putro STKIP PGRI Pacitan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) peningkatan power tungkai melalui metode latihan agility hurdle drills dan metode latihan agility ring drills, (2) perbedaan pengaruh metode terhadap power tungkai, (3) perbedaan pengaruh power tungkai antara yang memiliki koordinasi tinggi dan koordinasi rendah, dan (4) pengaruh interaksi antara metode latihan terhadap power tungkai. Penelitian ini merupakan eksperimen faktorial 2 x 2, menggunakan tes awal dan tes akhir dengan dua kelompok yang diberi perlakuan berbeda. Populasi dalam penelitian ini adalah atlet Bolavoli. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik sampling. Pengumpulan data menggunakan tes dan pengukuran yang dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Instrumen dalam penelitian ini adalah Sargen Jump Test dan Hexagonal Obstacle Test. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan ANAVA. Uji prasyarat analisis data menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil penelitian adalah: (1) Tidak terdapat perbedaan peningkatan power tungkai atlet bola voli yang signifikan melalui metode latihan agility hurdle drills dan metode latihan agility ring drills. (2) Tidak terdapat perbedaan pengaruh antara metode latihan terhadap power tungkai atlet bola voli. (3) Terdapat perbedaan peningkatan power tungkai atlet bola voli antara yang memiliki koordinasi tinggi dan koordinasi rendah. (4) Tidak terdapat interaksi antara metode latihan dan koordinasi terhadap peningkatan power tungkai atlet bola voli.

References

Bambang Sujiono, dkk. (2006). Hubungan antara kecepatan reaksi dan daya ledak otot tungkai terhadap ketepatan smash kedeng pada mahasiswa kop sepaktakraw UNJ. (Online). Tersedia: http://www.docstoc.com/docs/34379654/Hubungan-Antara-Kecepatan-Reaksi-Dan-Daya-Ledak-Otot#. Diunduh tanggal 20 Mei 2016.
Bompa, Tudor O. (1999). Periodization: theory and methodology of training, (4th edition). Dubuque, Iowa: Kendal/Hunt Publising Company.
Customs. (2012). Australian customs service basic functional fitness assessment protocol. (Online). Tersedia: http://customs.gov.au/webdata/resources/files/CT_FitnessProtocol.pdf. Diunduh tanggal 20 Mei 2016.
Elizabeth, Quinn. (2012). Best agility drills for athletes. (Online). Tersedia: http://sportsmedicine.about.com/od/sampleworkouts/tp/AgilityDrills.htmDiunduh tanggal 20 Mei 2016.
Evans, Tom. (2006). The effects of static stretching on vertical jump performance. Huntington: Marshal University.
Ghosh, Arabinda. (2005). Manual of training for government officials. Administrative Training Institute. Government of West Bengal: Bidhan Nagar, Kolkata. Jurnal. Tersedia: http://www.atiwb.nic.in/mt.pdf. Diunduh tanggal 20 Mei 2016.
Kerlinger, Fred N. (1990). Asas-asas penelitian behavioral. Terjemahan: Landung R. Simatupang, ed. H.J. Koesoemanto. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sugiyono, (2007). Metode penelitian kunatitatif kualitatif dan R & D. Bandung. Alfabeta.
Suharsimi Arikunto. (2010). Prosedur penelitian, suatu pendekatan praktek. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
-------------------------. (2012). Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Suharyadi dan Purwanto. (2004). Statistik untuk ekonomi dan keuangan modern. Jakarta: Salemba Empat.
Sukadiyanto. (2010). Pengantar teori dan metodologi melatih fisik. Yogyakarta: FIK UNY.
Sumintarsih. (2012). Pengaruh metode latihan dan koordinasi terhadap keterampilan teknik dasar bulutangkis. Tesis Magister, tidak diterbitkan, Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta.
Published
2017-06-03
How to Cite
ISMOKO, Anung; PUTRO, Danang Endarto. PENGARUH METODE LATIHAN DAN KOORDINASI TERHADAP POWER TUNGKAI ATLET BOLAVOLI. Jurnal Penelitian Pendidikan, [S.l.], v. 9, n. 1, p. 1324-1331, june 2017. ISSN 2477-5851. Available at: <http://ejournal.stkippacitan.ac.id/index.php/jpp/article/view/124>. Date accessed: 19 sep. 2018.