PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEMBUATAN POLA KEMEJA ANAK SEKOLAH MATA PELAJARAN KETERAMPILAN TATA BUSANA PADA SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 1 PUNUNG

  • Sularti . SMP Negeri 1 Punung

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kompetensi pembuatan pola kemeja anak sekolah mata pelajaran tata busana pada siswa kelas VIII A semester II SMP Negeri 1 Punung tahun pembelajaran 2015/2016 setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together.


Desain penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua siklus dengan mengadopsi model Kemmis dan Taggart. Alur penelitian tindakan kelas terdiri dari: 1) Perencanaan 2) Tindakan 3) Pengamatan 4) Refleksi. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Punung. Subjek dalam penelitian ini adalah 24 siswa kelas VIII A. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan tes. Uji validasi instrumen menggunakan validitas isi dengan pendapat dari judgement expert, sedangkan uji reliabilitas adalah dengan menggunakan konsistensi antar rater dan tes menggunakan KR 20. Teknik analisis data dalam penelitian ini deskriptif kuantitatif.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kompetensi siswa sebelum penerapan tindakan Learning Together sebesar 6 siswa (20%) mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal dan siswa yang tidak tuntas sebesar 24 siswa (80%) belum mencapai nilai KKM, dengan rata-rata kelas 71,46 dan masih di bawah standar kriteria ketuntasan minimal. 2) Penerapan model kooperatif tipe Learning Together dalam membuat pola kemeja anak sekolah dilakukan dengan langkah-langkah: a) Memperkenalkan topik yang akan dibahas b) Mengatur murid dalam kelompok (heterogen), c) Merencanakan presentasi, d) Presentasi kelompok e) Evaluasi. 3) Kompetensi ranah kognitif pada siklus pertama 20 siswa (76,67%) mencapai KKM dengan rata-rata kelas 76,93, pada siklus kedua 100% siswa telah mencapai KKM dengan rata-rata kelas 86,06. 4) Pada ranah psikomotor siklus pertama 15 siswa (66,67%) mencapai KKM, dengan rata-rata kelas 78,08 dan pada siklus kedua 23 siswa (96,67%) mencapai KKM dengan rata-rata 81,92. 5) Ranah afektif siklus pertama dan kedua sebesar 100% siswa telah mencapai KKM dengan rata-rata kelas 78,67 meningkat menjadi 85,33. Model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together dapat meningkatkan kompetensi pembuatan pola kemeja anak sekolah mata pelajaran keterampilan tata busana pada siswa kelas VIII A semester I SMP Negeri 1 Punung tahun pembelajaran 2015/2016.

References

Depdikbud. (2003.). Direktorat Pembinaan Sekolah Kejuruan. Direktorat Jendral Pendidikan Menengah. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Djemari Mardapi. (2008). Teknik Penyusunan Instrument Tes dan Non Tes. Yogyakarta: Mitra Cendikia Offset.
E. Mulyasa. (2006). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Endang Mulyatiningsih. (2011). Riset Terapan. Yogyakarta: UNY Press.
Ernawati,dkk. (2008). Buku Tata Busana Jilid 2. Yogyakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama.
Nana Sudjana. (2006). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Rosdakarya.
Robert E Slavin. (2009). Educational Psychology: Theory and Practice. New York: Allyn and Bacon.
Saifudin Azwar. (2009). Reliabilitas dan Validitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sudijono, Anas. (2009). Pengantar Statistika Pendidikan. Jakarta: Rajawali.
Published
2017-10-11
How to Cite
., Sularti. PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEMBUATAN POLA KEMEJA ANAK SEKOLAH MATA PELAJARAN KETERAMPILAN TATA BUSANA PADA SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 1 PUNUNG. Jurnal Humaniora, [S.l.], v. 5, n. 1, p. 666-674, oct. 2017. ISSN 2356-0614. Available at: <http://ejournal.stkippacitan.ac.id/index.php/jh/article/view/122>. Date accessed: 19 feb. 2018.